twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Budidaya Belut dalam Drum atau tong plastik

Budidaya Belut dalam Drum atau tong plastik -
belut dalam drum
Belut
Rekan-rekan budidaya semua dalam postingan kali ini saya akan mencoba menulis tentang Budidaya Belut Dalam Drum atau Tong, semoga teknik budidaya ini bermanfaat bagi kita semua dan bila rekan-rekan mau mencobanya silahkan.

Bila rekan-rekan Budidaya mempunyai halaman atau pekarangan yang sempit maka teknik ini sangat jitu diterapkan, karena kita akan menggunakan media dari drum kaleng atau drum plastik juga bisa, bentuk drum ini relatif kecil tapi cukup untuk membudidaya belut dengan hasil  cukup maksimal, bila rekan-rekan melakukan perawatan cukup baik bukan hal mustahil hasilnyapun akan baik.

dalam Budidaya belut kali ini rekan-rekan harus mempersiapkan beberapa peralatan dibutuhkan untuk pelaksanaannya, oke kita mulai saja ke pembahasan tentang peralatan harus dipersiapkan.

1. Prasarana / Perlengkapan Alat

Dalam persiapan peralatan setidaknya ada beberapa jenis harus rekan-rekan persiapkan sebagai pelengkap dari media utama nanti, diantaranya seperti :
  • Tong /Drum 
  • Kawat kasa
  • tandon untuk menampung air
  • paralon
  • Ember
  • Serok
  • Cangkul
  • Baskom
  • Jerigen dan lain-lain

2. Teknik / Cara Budidaya

Setelah peralatan tadi rekan-rekan persiapkan, kini kita tinggal memulai cara penggunaannya, harus rekan perhatikan bahwa dalam budidaya belut dalam drum atau tong ini sangat dibutuhkan pemeliharaan ekstra teliti, dikarenakan media untuk perkembangan budidaya ini adalah hal paling utama, karena media inilah  menentukan berhasil atau tidaknya budidaya belut dalam tong ini, maka dari itu rekan-rekan harus teliti seperti menggunakan bahan-bahan sebegai berikut :

A. Drum / Tong

Drum atau tong yang kita gunakan kita teliti terlibih dahulu jangan sampai bocor tau berkarat, bila bocor coba ditambal dulu dan bila berkarat rekan-rekan bisa memberihkan dan memberi cat antikarat, setelah mengecat tong kita diamkan dulu sampai bau dari cat tersebut benar-benar hilang dan bersih.
Setelah drum benar-benar siap kini saatnya kita merakitnya, adapun cara merakitnya adalah sebagai berikut:
  1. Usahakan dalam meletakan tong dalam posisi mendatar, ini dimaksudkan supaya ruangan dalam tong menjadi lebar
  2. Membuka bagian tengah drum dengan gergaji atau peralatan yang tersedia, dan sisakan untuk bilah sisi kiri dan kanan sekitar 5-10 cm.
  3. Diusahakan dibawah tong memakai alat penggajal yang agak kuat, ini dimakasudkan agar tong tidak menggelinding nantinya dan tidag bergoyang
  4. Buat saluran pembuangan di bawah tong atau drum dan sesuaikan dengan pembuangan limbah atau selokan, untuk ukurannya bisa rekan-rekan sesuaikan
  5. Usahakan dalam menyimpan drum/tong jangan sampai terkena langsung oleh sinarmatahari, dikarenakan ini nantinya akan mempengaruhi suhu dalam drum tersebut, untuk peneduh rekan bisa menggunakan terpal, waring atau apasaja penting bisa teduh dan murah meriah he..he..

B. Media Tanah

Dalam penggunaan media tanah ini diusahakan menggunakan media tanah berasal dari sawah halus, tapi tidak terlalu liat serta masih memiliki unsur hara baik, bila terpaksa kita menggunakan media tanah bukan dari sawah maka kita harus mematangkan dulu tanah tersebut sampai seperti tanah sawah, adapun cara pematangaannya yaitu dengan cara :
  • Masukan tanah kedalam drum atau tong yang tersedia sekitar 30-40cm
  • Siram dengan air secukupnya saja jangan sampai menggenang (becek saja)
  • Larutkan EM4 sebanyak kebututhan kedalam tong tadi,
  • mengaduk-ngaduk tanah sebanyak 2 kali dalam sehari sampai tanah betul-betul lembut dan siap digunakan.

C. Membuat Media Instan

Dalam pembuatan Media Instan ini lakukan di luar drum yang dimana merupakan bahan utama dan bahan pencampur, dalam penggunaan sekitar 100 kg bahan instan yang kita gunakan bila sudah dicampur dengan bahan pencampur akan menghasilkan 90kg media instan siap digunakan, untuk tong atau drum yang ukuran 200-250 liter dibutuhkan sekitar 45-50kg bahan media instan ini.
bahan-bahan utama yang kita butuhkan antaralain :
  • Jerami Padi (40 %).
  • Pupuk alami kandang (30 %).
  • Bekatul (20%).
  • Potongan gedebog pisang (10% ).
dan untuk bahan pencampurnya adalah
  • EM4.
  • Air bersih
  • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan (molases).
setelah kita persiapkan bahan-bahannya semua kini tinggal cara pembuatan media instan tersebut agar segera bisa kita gunakan.
  • Mencacah jerami dan memotong batang pisang agak lembut lalu kita keringkan. bila kita genggam dan hasilnya bahan tersebut hancur itu tandanya bahan sudah kering dengan baik..
  • Campurkan semua bahan-bahan yang tadi ada di atas dengan semua bahan pokok yang sudah kita persiapkan tadi dan aduk-aduk sampai betul-betul rata.
  • Campurkan bahan campuran sedikit demi sedikit tapi tidak terlalu basah apalagi sampai tergenang air.
  • menutup semua media dengan karung goni atau plastik selama  4 – 7 hari . usahakan untuk terus membilak-balik media agar tidak terjadi pembusukan.

D.     Mencampur Media Instan dengan Tanah

  • Masukkan media instan tadi kedalam tong dengan ukuran lebar tong dan aduk hingga benar-benar rata.
  • Massukkan air kedalam  drum / tong  hingga mencapai ketinggian 5 cm, diamkan hingga terdapat plankton  dan cacing ( sekitar 1 minggu) selama proses ini berlangsung drum / tong tidak perlu ditutup.
  • Mengeluarkan air dari drum/ tong menggantinya dengan air baru, ketinggian sama 5cm.
  • Masukan tumbuhan air tidak terlalu besar sebanyak ¾ bagian seperti eceng gondok atau genjer, dan masukan ikan kecil seperti burayak atau berenyit.
  • Masukkan vetcin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari.
ingat rekan-rekan sangat perlu memperhatikan ketinggian seluruh media, kecuali tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.

E. Menebar Benih Belut

Setelah semua media untuk budidaya tadi siap maka rekan-rekan masuk ke tahap selanjutnya yaitu menebarkan benih belut. benih ditebar alangkah baikya tidak terlalu banyak cukup sebanyak 2 kg dengan jumlah bibit sebesar 80 – 100 ekor per kg.

3. Perawatan

Dalam hal Perawatan Budidaya Belut didalam tong drum atau drum tong ini memang cukup relative lebih gampang dikarenakan pemantauan area budidaya relative kecil, namun demikian perawatan tetap harus diperhatikan secara maksimal untuk hasil yang baik, dan rekan-rekan harus memperhatikan seperti :
a. Pemberian Pakan.
dalam pemberian pakan sebaiknya pakan diberikan 5% dari jumlah bibit ditebarkan, walau memang tidak ada aturannya, Pakan sebaiknya diberikan yaitu cacing, kecebong , ikan ikan kecil , cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke 3 setelah bibit ditebar dalam drum/ tong. Pemberian pakan dilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut dialam yang makan disore / malam hari.
b)  Pengaturan sirkulasi Air.
Pengaturan sirkulasi air sangat penting untuk membuang sisa makanan atau kotoran agar tidak menumpuk dan menimbulkan bibit penyakit. Pengaturan air ini dengan cara mengalirkan air bersih kedalam drum/tong, sebaiknya air masuk berupa percikan air untuk melakukan ini digunakan pipa paralon sebagai media aliran. Sedangkan untuk saluran pembuangan dengan membuat lubang pada drum /tong dengan ketinggian 8 cm dari genangan air di media. Selain sebagai pengatur pembuangan sisa kotoran percikan air ini juga berfungsi sebagai penambah oksigen.
c) Perawatan Tanaman Air.
Tanaman air ini digunakan sebagai penjaga kelembaban media budidaya dan juga menjaga suhu dari belut budidaya.
d) Pemberian EM4.
Pemberian EM4 juga sangat berfungsi sebagai penetralisir sisa dari pakan, selain itu juga berfungsi untuk mengurangi bau. EM4 diberikan 2-3 kali sehari dengan dosis ½ sendok makan dilarutkan dalam 1 liter air.
e) Perawatan Sekitar Lokasi.
Perawatan sekitar lokasi ini untuk menjaga tong dari tanaman liar, lumut, dan hama maupun predator pemangsa seperti ayam dan ungagas lainnya.

D.    PEMANENAN.

Pemanenan biasanya dilakukan setelah 3 – 4 bulan, atau dilakukan atau sesuai dengan keinginan kita dan sesuai dengan permintaan pasar.
Untuk rekan-rekanbaru terjun dalam budidaya belut ini, sekiranya rekan-rekan teruslah banyak belajar dari para ahli yang mana mereka sudah banyak berpengalaman, dan terpenting jangan cepat menyerah, untuk menunjang Budidaya  belut yang berkelanjutan sebaiknya juga dipersiapkan bagaimana  persediaan cadangan makanan seperti cacing , keong mas , bekicot dan lainnya. Selain itu juga diperhatikan bagaimana kelangsungan bibit setelah panen untuk budidaya tahap berikutnya. semoga bermanfaat

Bila rekan-rekan ada pertanyaan seputar budidaya belut, atau memberikan kritik dan saran silahkan isi kotak komentarnya. Alhamdulillah

36 komentar:

  1. saya mau coba satu tong dulu pak. Terima kasih atas penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, sama-sama semoga bermanfaat dan sukses dalam budidaya belutnya

      Hapus
  2. brapa jumlah benih belut pertongnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung ukuran tongnya gan, disesuaikan saja ideal pada tebar belut biasanya untuk ukuran benih belut 1 s/d 2 cm padat tebarnya 500 ekor/m 2, untuk ukuran 2-5 cm sebanyak 250 ekor/m 2, untuk ukuran 5 – 8 Cm sebanyak 100 ekor/m2, bila ukuran belut pembesaran 15-20 Cm cukup sebanyak 50 ekor/m2

      Hapus
    2. EM 4 apaan pak??? bibitnya bisa didapat dimana???

      Hapus
    3. EM 4 banyak di toko pertanian

      Hapus
  3. bung kalo tidak ada jerami pdi gimna apa bisa di ganti dengan alang-alang

    BalasHapus
    Balasan
    1. usahakan jerami padi, atau rumput yg sudah membusuk juga bisa gan

      Hapus
  4. Bguss sngt bermnft

    BalasHapus
  5. Ap dgn sndriy belut bertmbh bnyk

    BalasHapus
  6. Wow hebat Bapak ni! Saya mahu belajar dengan Lebih mendalam lagi....

    BalasHapus
  7. Klw di bekasi dimana saya bisa lihat aplikasinya...

    BalasHapus
  8. Dimana saya bisa mendapatkan Bibitnya.

    BalasHapus
  9. om utuk konsultasi via tlp bisa ga nih
    klo bisa hub saya di 081389550022

    Thanks

    BalasHapus
  10. om ijin di coba..

    BalasHapus
  11. Sadriah lahamid Riau18 Oktober 2012 12.13

    Mohon kontak person ut konsul tasi pak, kl bibitnya sy beli dari pasar bagimana ? 1 kg mungkin sekitar 30 ekor. tentu penggemukan bs lbh cepat. Mhn penjelasannya ya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. usahakan benih bukan hasil setrum

      Hapus
  12. Sadriah lahamid Riau18 Oktober 2012 12.18

    Pak sy pernah dpt informasi ktnya gedebong pisangnya setelah di cencang dicampur dengan tanah dan air, setelah itu di tunggu sekitar 1 minggu agar terjadi vermentasi. Itu bgmn pak, mana yg lebih baik ?

    BalasHapus
  13. Sadriah lahamid Riau18 Oktober 2012 12.28

    Pak sy pernah dpt informasi ktnya gedebong pisangnya setelah di cencang dicampur dengan tanah dan air, setelah itu di tunggu sekitar 1 minggu agar terjadi vermentasi. Itu bgmn pak, mana yg lebih baik ?

    BalasHapus
  14. Sadriah lahamid Riau18 Oktober 2012 12.28

    Pak sy pernah dpt informasi ktnya gedebong pisangnya setelah di cencang dicampur dengan tanah dan air, setelah itu di tunggu sekitar 1 minggu agar terjadi vermentasi. Itu bgmn pak, mana yg lebih baik ?

    BalasHapus
  15. zeffry caniago....semoga yang baca dan yang bikin artikelnya makin sukses di usaha ternak belut...belut sich licin,,,tp uangnya ngak licin!!!!!hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama gan trimakasih sudah berkunjung

      Hapus
  16. mantapp,, keren,, lets being young enterpreneur

    BalasHapus
  17. apa yang dimaksud dengan EM4 itu..mohon penjelasannya...trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. EM4 banyak di toko pertanian gan

      Hapus
  18. di mana bibit didapat ?

    BalasHapus
  19. Om apa anda sudah mencoba,rumah om mana aq pengen menggali ilmu dari om


    BalasHapus
    Balasan
    1. sippppp deh asal jangan digali kaya galian pasir aja gan, jadinya merusak lingkungan

      Hapus
  20. pak untuk paralon sy msh blm paham, ukuran nya brp, dan d letaknya dimana,

    BalasHapus
  21. link download bokep http://downloadbokep4u.blogspot.com/

    BalasHapus
  22. Gan, kalau bisa di kasih gambar atau contoh photonya boleh tuuh.. biar ada gambaran yang pasti..

    BalasHapus
  23. om saya baru berumur 18tahun, tapi saya pengen nyoba nih usaha. nah, katanya kalo jeraminya di vermentasikan secara alami di lumpur. harus menunggu waktu 2 bulan. apakah benar om?

    terimakasih.

    BalasHapus
  24. bagaimana mencegah kanibal bro dan belut tersebut apakah hanya penggemukan atau juga dapat dikembangkan bibit,trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mencegah kanibal kasih makan yang cukup gan, bisa juga belut di kembang biakan

      Hapus