twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Budidaya Belut Tanpa Lumpur -
belut tanpa lumpur
Gambar Belut
Setelah beberapa saat lalu saya sedikit membahas tentang Budidaya Belut dalam Drum yang masih menggunakan media buatan seperti dari tanah dan gedebog pisang yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi media yang cocok buat kehidupan belut,
yah banyak juga sih petani budidaya berhasil dengan metode ini tapi banyak pula yang gagal disebabkan oleh pembuatan media yang salah, sehingga belut tidak berkembang dengan baik, untuk budidaya dalam drum yang menggunakan media lumpur kita juga sangat sulit meneliti perkembangan belut tersebut dalam masa pemeliharaan disebabkan tertutup lumpur.

Cara baru yang dikembangkan oleh para petani budidaya belut untuk dapat memaksimalkan pengawasan dalam masa pemeliharaan tanpa mengurangi hasil dari budidaya tersebut, maka dikembangkan teknik Budidaya Belut Tanpa Lumpur yang hasilnya malah lebih oke dibandingkan dengan budidya belut dalam lumpur, dengan teknik ini rekan budidaya cukup menyediakan air bersih kalau bisa bening untuk dijadikan media budidaya belut.
Ada beberapa keuntungan dalam teknik budidaya belut tanpa lumpur ini diantaranya :
  • Memudahkan kita dalam mengawasi perkembangan dan pertumbuhan belut tersebut karena memang kelihatan.
  • Kita tidak disulitkan lagi dalam mencari dan meracik bahan media yang biasa kita gunakan seperti gedebog pisang, jerami, lumpur dan lain-lain.
  • teknik ini juga bisa beberapa kali lipat dalam penebaran benih dibanding dengan teknik budidaya dalam lumpur, yaitu bisa mencapai 30 kg/m3 bahkan bila dimaksimalkan bisa sampai 50 kg/m3. coba bandingkan dengan penggunaan teknik dalam lumpur yang hanya bisa menampung benih 1kg/m3.
  • memudahkan kita dan mempersimpit waktu dalam pemeliharaan, pengerjaan dan lain-lainnya
Dalam teknik ini ada 4 faktor yang sangat harus kita perhatikan demi keberhasilan budidaya tanpa lumpur ini, faktor ini sangat menentukan berhasil atau tidaknya teknik yang kita terapkan selain dari berdo'a he..he..

1. Air

Dalam teknik ini air merupakan faktor sangat penting sekali, makanya kita harus mengontrol kondisi air secara rutin, dan air pun harus selalu jernih serta memiliki suhu yang stabil antara 25-28c, dan pH air antara 5-7, serta air tidak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kelangsungan budidaya belut, air juga harus diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan minimal 24jam. awas jangan menggunakan air PAM yang mengandung kaporit, juga jangan langsung menggunakan air bor pribadi karena memang kurang oksigen.

Untuk setiap kolam budidaya wajib memiliki sirkulasi walaupu debitnya sangat minim / kecil. Sirkulasi tersebut mempunyai fungsi sebagai penambah kandungan oksigen dalam air dan juga menjaga kebersihan air. Air akan keruh bila tidak menggunakan sirkulasi, dengan demikian kita harus sering mengganti air dalam waktu 2-3 hari sekali, Tentunya ini akan sangat merepotkan sekali.

Rekan budidaya juga harus mengganti air apabila kondsi air menjadi seperti berikut :
  • Air menjadi kotor/keruh dan warnanya sudah kuning kecoklatan.
  • Kotoran di dasar kolam sudah menebal
  • pH air melebihi batas yang ditentukan akibat lendir dari tubuh belut.

untuk lebih stabil masalah pH air itu harus selalu diukur secara kontinyu jangan sampai pH air berkurang atau melebihi dari yang sudah kita tentukan. Bila tidak memiliki alat pengukur pH bisa juga dengan dikira-kira saja, biasanya air agak mengental karena kebanyakan lendir dari belut.

2. Pakan

Dalam budidya, pakan juga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan yang juga sama halnya dengan air, karena tanpa pakan yang baik perkembangan dan pertumbuhan budidaya belut akan terhambat. untuk pemberian pakan berikanlah secukupnya secukupnya atau atau buat aturn tersendiri, awas jangan sampai kurang atau berlebih  dan berilah pakan yang paling disukai oleh belut itusendiri. Pemberian pakan terlalu berlebih ini akan menyebabkan air cepat kotor dan dapat menyebabkan datangnya penyakit. Sebaliknya pemberian pakan yang kurang, ini akan menyebakan belut menjadi kanibalisme dan pertumbuhannyapun menjadi lambat.

perlu diingat juga dalam pemberian jenis pakan bilamana belut masih mau makan dengan pakan yang biasa kita diberikan jangan pernah beralih ke jenis pakan yang lain. bila terpaksa atau rekan mau mengganti pakan yang bias, usahakan jangan sekaligus tapi melalui proses percobaan dulu.

Biasanya jenis pakan yang cukup baik adalah pakan alami belut tersebut. Beberapa Jenis makanan alami belut diantaranya cacing sawah, cacing merah, cacing lumbricus, ikan berenyit, ikan guppy, berudu (kecebong), lambung katak, keong mas, ulat hongkong dan masih banyak lagi.

3. Benih. 

Untuk keberhasilan pembesaran budidaya belut ini, pilihlah benih yang sangat berkualitas. biasanya benih yang baik adalah benih yang berasal dari hasil budidaya. Selain ukurannya samarata benih juga jarang terserang penyakit. tapi bila rekan menggunakan benih hasil tangkapan secara alami juga itu sangat baik asal jangan hasil penangkapan dengan setrum.

Beberapa hal yang perlu rekan perhatikan dalam memilih benih belut yang berkualitas diantaranya
  • Tidak ada bekas luka atau lecet
  • Lincah dan cukup agresif
  • Tidak lemas atau letoy he..he..
  • Ukuran sama rata

4. Kepadatan. 

Kepadatan ini merupakan faktor penentu yang terakhir biasanya dalam budidaya belut, dalam metode pembesaran budidaya belut tanpa lumpur ini sangatlah berbeda dengan penebaran bibit jenis ikan yang lainnya, bila kita menebar benih seperti ikan nila atau ikan lainnya maka penebaran harus dijarangkan agar pertumbuhannya lebih baik, lainhalnya dengan benih belut yang harus padat, bila kita menebar belut dengan padat justru sangat baik untuk perkembangan belut itu sendiri juga dapat menekan tingkat kematian, disebabkan benih belut akan menggunakan tubuh benih belut yang lainnya sebagai untuk tempat bersembunyi.

Itulah sekilas tentang teknik budidaya belut tanpa lumpur, dan untuk lebih jelasnya lagi InsyaAllah nanti akan saya posting lagi mulai dari cara pemberian pakan, penanganan penyakit, pembuatan kolam belut yang baik, dan lain sebagainya. Semoga artikel ini bermanfaat.
budidaya

Eittt jangan lupa bila ada pertanyaan atau kritik dan saran tentang Budidaya Belut Tanpa Lumpur silahkan di kotak komentar. Selamat mencoba Budidaya Belut Tanpa Lumpur. terimakasih

6 komentar:

  1. Saya agak tertarik dgn budidaya belut. Pa,saya mau bertanya?.Beli bibit belutnya dimana,kemudian pakan-nya beli dimana..Sekian trima-kasih.............Paulus winata

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk bibit bisa beli beli dimana saja gan banyak, tergantung daerahnya, untuk majalengka bisa hubungi saya gan di 087876624309

      Hapus
  2. saya dulu pernah mencoba teknik ini, air memakai air tanah,diberikan tanaman air, tapi seminggu setelah dimasukkan belut mulai mengeluarkan lendir dan akhirnya mati satu persatu..... setelah membaca artikel ini saya tertarik untuk mencobanya lagi....

    BalasHapus
  3. Salam,

    Setelah membaca artikel mengenai pemeliharaan belut tanpa lumpur timbul pertanyaan dipikiran saya sehingga saya menanyakan ke bapak.Saya ingin menanyakan untuk masalah makan berarti tidak berimbang? karna hanya belut yang sedang berada di bagian atas yang menemukan maka dan belut di bagian bawah tidak. Mohon saya diberi informasi mengenai hal tersebut. Saya sedang memupuk ketertarikan saya terhadap usaha budidaya ini. Jika bapak berkenan, mohon di jawab via email ke adipkusuma@hotmail.co.id

    Salam,
    AdiPKusuma

    BalasHapus