twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Cara Budidaya Ikan Cupang hias

Cara Budidaya Ikan Cupang hias -
ikan hias cupang
Ikan Cupang

Budidaya Ikan Cupang

Bagi rekan-rekan yang suka dengan ikan hias mungkin sudah tidak aneh lagi dengan yang namanya Ikan Cupang, apalagi yang suka ikut kontes atau hanya sekedar hobi ikan hias, kali ini selain kita mengkoleksi ikan hias,
saya akan ajak rekan untuk mengenal bagimana sebenarnya cara pembiakan ikan cupang, ini hanya sekedar mengenal tapi bisa juga kalau memang rekan berminat untuk membudidayakannya..

Biasanya budidaya cupang sangat diminati dan digandrungi oleh penggemar ikan atau oleh parapebisnis ikan hias. Tapi banyak pula peminat pembudidaya cupang yang kurang paham masalah cara pembiakan atau pembibitan cupang.

Sebenarnya Budidaya cupang sangat gampang, kita hanya perlu mengeluarkan modal yang cukup sedikit dan kolam untuk budidaya cupang hapir mirip dengan budidaya ikan lainnya, apalagi bila rekan-rekan sudah mempunyai kolam bekas budidaya lele atau budidaya ikan lainnya, untuk idealnya kolam cupang bisaberukuran mulai dari 1m-5m/segi, dan kolam bisa terbuat dari kolam pelastik, kolam semen, kolam terpal juga aquarium, tentunya dengan ukuran kolam yang kecil kita bisa menaruhnya di tempat yang cukup sempit, misalnya bisa rekan taruh di halaman rumah atau dimana saja sesuai dengan lingkungan rekan-rekan, Ikan cupang juga tidak memerlukan pakan yang khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya dapat menggunakan pakan alami semisal kutu air juga daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya menggenang. untuk mempercepat pertumbuhan benih cupang rekan bisa juga memberikan kutu air yang diselingi dengan cacing rambut.

Uniknya dalam budidaya cupang ini adalah dimana kita akan memijahkan atau mengkawinkan cupang kita tidak membutuhkan lahan besar, kolam perkawinan ini kita cukup menggunakan ember atau baskom juga aquarium yang ukuran kecil, tapi tetap rekan harus memperhatikan perawatan ikan ini bila rekan menempatkannya di tempat yang kecil.

Sebelum kita memulai budidaya Ikan Hias cupang alangkah baiknya kita mengenal dulu bentuk fisik cupang yang tergolong baik untuk dibudidayakan, adapun ciri husus pada ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang sangat indah, siripnya pun cukup panjang yang menyerupai sisir serit, sehingga sering juga disebut cupang serit. Beda lagi dengan fisik cupang betina yang warnanya kurang menarik (aga kusam) dan bentuk siripnya pendek dibanding ikan cupang jantan.
Tidak semua ikan cupang baik untuk dipijahkan, untuk itu rekan-rekan harus memilih mana cupang yang baik dan kurang baik, ini penting sekali karena akan menentukan pada kualitas anakan cupang nantinya, adapun ciri-ciri umum pada ikan cupang yang siap dipijahkan sebagai berikut :

1). Cupang Jantan

  • Umur minimal ± 4 bulan
  • Fisik tubuh juga siripnya cukup panjang serta berwarna indah
  • Gerakannya sangat agresif juga lincah
  • Tidak terjangkit penyakit dan juga tidak cacat

2). Cupang betina

  • Umur sama dengan cupang jantan minimal ± 4 bulan
  • Bentuk badan agak membulat yang menandakan siap dikawinkan
  • Gerakannya sedikit agak lambat
  • Sirip agak pendek dan juga warnanya kusam
  • Kondisi sehat dan tidak cacat


Setelah tadi kita memilih dan mempersiapkan induk cupang yang akan kita budidaya, sekarang rekan-rekan tinggal mencoba untuk mengawinkannya, langkah-langkah yang harus kita persiapkan dalam pmijahan ini adalah sebagai berikut:
  • Mempersiapkan kolam pemijahan berupa jolang plastik atau aquarium kecil, ingat harus bersih.
  • Isi kolam tersebut dengan air yang bersih, ketinggian air sekitar 15 – 30 Cm. atau bisa disesuaikan
  • Masukkan induk cupang jantan yang tadi telah kita persiapkan terlebih dahulu selama 1 hari.
  • Tutup kolam  dengan penutup.
  • setelah satu hari kita masukan induk cupang betina yang telah cukup matang telurnya pada sore hari ke dalam kolam pemijahan.
  • Umumnya Ikan Cupang akan mijah pada malam hari dan pada pagi harinya cupang sudah bertelur. Telur Cupang menempel pada sarang yang berupa busa yang telah dipersiapkan oleh induk cupang jantan.
  • Bila Memang sudah bertelur segera Induk betina dipindahkan dan cupang jantan dibiarkan didalam kolam tersebut untuk merawat telur cupang sampai menetas.
Bilamana anak cupang sudah menetas dan mulai habis kuning telurnya, maka rekan-rekan sudah harus segera menyiapkan media yang lebih besar sebagai tempat pembesaran. jangan lupa pemindahan pertama rekan harus memindahkannya bersama induk jantannya, benih ikan tadi bisa rekan-rekan beri makanan berupa kutu air, biasanya sepuluh hari kemudian anak ikan segera dipindahkan kembali ke tempat lain, dan selanjutnya rutin setiap satu minggu, ini dimaksudkan supaya pertumbuhan ikan cepat besar.

Setelah benih cupang tadi mencapai waktu 1 bulan, ini sudah dapat dilakukan pemanenan dan dapat diseleksi mana yang berkualitas dan kurang. diusahakan cupang yang berkualitas baik juga cupang hasil penyeleksian dipisahkan, tempat pemisahan bisa berupa botol dan jangan lupa satu botol satu ikan, ini dimaksudkan supaya tidak terjadi perkelahian, pada usia 1,5 sampai 2 bulan cupang mulai memperlihatkan  keindahannya dan dapat segera dipasarkan.

Budidaya cupang ini lebih mudah dari budidaya ikan mas, ikan lele sangkuriang, ikan nila dll, resiko mortalitasnyapun sangat kecil sekali dibandingkan ikan lainnya, nah untuk rekan-rekan yang memang hobi budidaya ikan hias silahkan rekan mencoba budidya Ikan cupang ini. selamat mencoba semoga bermanfaat.

12 komentar:

  1. gan,telur cupang dimakan ikan jantan tlg solusinya,makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pertanda cupang jantan terlalu lapar gan

      Hapus
  2. kang nyobian ternak cupang yeuh
    bade nyungkeun elmuna ah saalit
    to the point we lah
    naha nya unggal netas tinu endogna janten burayak umur sahari tos tewas wae kunaon tah nya ?
    faktor cai atanapi naon nya ?
    nyungkeun penjelasana ti sehu ah :D
    nuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Faktor cai kang + ditambih oksigen terlarutnya kurang gan

      Hapus
  3. gan knapa cupang jntan sma cupang btina sya ko brntem yh klo dcampurin
    pdhal mau dkawinin

    sarannya???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya itu memang faktor ikan yg terlalu agresif kang, coba betinanya yg agak kalem kang

      Hapus
  4. kang, cari kutu air dimana ya?, kira kira lokasinya yg seperti apa?

    BalasHapus