Oke kita langsung saja ke cara pembuatan pakan Tambahan cair organik untuk ikan lele, adapun bahan yang harus rekan budidaya lele sediakan adalah sebagai berikut :
1. Kotoran hewan sebanyak 10 KG (bisa menggunakan kotoran sapi atau kambing bisa juga kohe kerbau)
![]() |
| Kohe |
2. Batang pisang (gedebog) dicacah sebanyak 2kg atau disesuaikan saja banyaknya
![]() |
| Gedebog Pisang |
3. Jerami padi kering dicacah (banyaknya disesuaikan saja)
![]() |
| Jerami Padi |
4. Dedak halus sebanyak 5kg
![]() |
| Dedak Halus |
5. Tumbuhan air (bisa berupa azolla atau eceng gondok atau kayambang) di cacah (banyaknya disesuaikan saja
![]() |
| Azzolla |
6. Gula putih sebanyak 1kg (dicairkan terlebih dahulu)
![]() |
| Gula Putih |
7. Probiotik ikan 1/2 liter
![]() |
| Probiotic |
Adapun cara meramu bahan pakan cair organik untuk lele di atas adalah sebagai berikut :
- Bahan pakan cair organik nomor satu (1)sampai dengan nomor 5 dicampurkan semuanya sampai merata
- Masukan campuran bahan tadi kedalam wadah (bisa ember atau tong plastik)
- Gula yg sudah dicairkan (sudah dingin) campurkan dengan probiotik ikan yang sudah kita sediakan, aduk sampai rata.
- Siramkan campuran cairan gula dan probiotic tadi ke bahan campuran yang sudah ada di dalam wadah secara merata dan aduk kembali.
- Tutup rapat wadah tersebut, usahakan untuk memberikan pentilasi udara agar gas yang ada pada bahan yang ada dalam wadah bisa terbuang (bisa menggunakan selang kecil atau dibolongi di bagian atas dengan diameter 1,5 cm atau lihat gambar tutup tong di bawah)
- Simpan adonan bahan pakan tambahan cair organik untuk ikan lele tadi selama 1 minggu.
![]() |
| Permentasi dalam tong plastik |
Setelah semua persiapan di atas selesai dan bahan pakan tambahan cair organik telah kita simpan kini saatnya kita membuat kolam untuk pematangan hasil permentasi bahan di atas, ukuran kolam yang ideal untuk pematangan bahan tadi yaitu 1 x 3m x 50cm atau bisa juga ukuran 2 x 4m bahan kolam bisa menggunakan terpal atau kolam tembok.
pada persiapan kolam untuk bahan pupuk organik cair pakan lele ini kita isi dengan air sampai ketinggian 40 cm dan kita tabur dengan probiotik ikan sebanyak 1/2 liter. setelah permentasi bahan akan cair organik lele dalam tong mencapai 1 minggu maka kita taburkan semuanya kedalam kolam tadi dan kita biarkan lagi selama 3 minggu.
biasanya setelah mencapai 3 minggu maka akan tumbuh hewan kecil dalam kolam seperti jenitik kutu air dan lain sebagainya, bila hewan kecil tersebut sudah tumbuh maka itu menandakan bahwa pakan alternatif pupuk cair ikan lele sudah siap kita berikan. Adapun untuk cara pemberiannya yaitu dengan mengambil airnya sebanyak 5-10liter setiap 3 hari sekali untuk pakan lele budidaya.
Sekian cara membuat Pakan Tambahan Cair Organik untuk ikan lele budidaya semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. bila kurang mengerti jangan sungkan untuk bertanya.
PERHATIAN : Tidak dianjurkan pakan ini diberikan pada lele di bawah umur 15 hari.















Trimakasih Gan Info nya, sangat bermanfaat bg sy yg lagi blajar budidaya lele...dan mohon izin copas artikel nya Gan
BalasHapustrimakasih juga sudah berkunjung ke blog belajar budidaya sederhana ini, semoga bermanfaat artikelnya
Hapusinfonya bermanfaat sekali mang..
BalasHapusprobiotik ikan yang biasa dipakai merk apa ya?
pemberian 5-10liter itu untuk berapa banyak bibit? ukuran?
trimakasih gan udah berkunjung, probiotik cari aja yang paling murah gan jangan terpaku sama merk, pemberian 10 liter cukup untuk 3rb s/d 4rb pada umur benih lele lebih dari 15-20 hari, perlu agan ketahui ini hanya makanan tambahan pakai aturan cukup 3 hari sekali untuk benih 15-20 hari, kecuali pada ukuran sangkal ke atas bebas saja 1 atau 2 hari sekalipun bagus.
Hapusterima kasih atas responnya..
Hapussaya biasa menggunakan planktop dari boster, apakah cocok untuk diaplikasikan disini?
concern saya adalah di segmen pembesaran yg membutuhkan sangat banyak pakan, kira-kira berapa % pakan bisa dikurangi apabila pakan tambahan ini diberikan setiap hari?
selama proses pematangan di kolam, apakah harus ditutup seperti pada proses fermentasi?
trims atas pencerahannya
sudah saya sebutkan gan probio apa saja cocok he..he.. (maaf bukan pantang nyebut merk tapi takut kena semprot dari bos) bila agan membutuhkan pakan banyak dan ingin setiap hari, saya sarankan bila sudah mulai ada jentik hidup maka tambahkan benih kutu air bisa daphnia atau sejenisnya agar semakin banyak bahan pakannya, bila agan berhasil pembenihan kutu air dan sejenisnya maka ini lah yg disebut lele organik alias 100% tanpa pelet, tapi saya sarankan tetap pelet diberikan 1 x sehari atau 1x/2 hari, (jangan lupa makan tambahan azzola juga baik bila ingin mengurangi pakan). proses pematangan tidak usah di tutup, tapi kalau bisa hati2 dengan nyamuk aides aigepti karena bisa saja ikut bertelur disitu kecuali kita rutin memanennya maka akan aman karena jentiknya dimakan ikan, kalau saya suka pakai kelambu gan (demi keluarga kita juga bila dekat rumah he..he..)
Hapussaya mau coba menambahkan jawaban untuk mas anonim, menurut pengalaman saya, kalau tidak mau ribet fermentasi bisa memakai BEKA FISH, tp kalau sudah ada probiotik yg lainnya jg gk masalah...
Hapusmenurut pengalaman saya bs menghemat pakan lebih dari 30% bahkan bs lebih, sesuai dengan kepadatan pakan alami nya...
Wah mantapssss banget nih gan gaza, kalau sampai 30% tentunya akan lebih menguntungkan sekali gan
HapusTerima kasih agan buat artikel yang sangat bermamfaat ini :
BalasHapusSaya seorang petani pemula di kota kecil di sumatra, jadi akses saya untuk mendapatkan obat-obatan ikan sedikit sulit
Mohon pencerahannya ya gan
1.Tetes tebu/molase itu sama ya gan dengan Gula yang di cairkan itu (atau minimal fungsinya sama ya ?)
2.Dari bberapa artikel yang saya baca, saya simpulkan bahwa biasanya bahan utama adalah
1.KOHE ( saya berencana memakai kotoran kambing)
2.Tetes tebu (boleh saya ganti dengan Gula yang dicairkan ?)
3.Fermento – dalam hal ini adalah Probio yang agan sebutkan diatas
Nah, apakah benar kesimpulan saya kalau bahan lain seperti
1.Jerami
2.Pohon Pisang
3.Eceng gondok
4.Dedak
Adalah BAHAN PELENGKAP yang dimaksudkan untuk memperkaya ? , dalam arti bila salah satu dari ke 4 bahan itu tidak ada, itu berarti kita tetap bisa memproduksi pakan organik nya ?
3.Saya berencana untuk membuat dengan prosedur berikut
1.kohe kambing
2.Gula cair
3.Probio
4.Dedak
Kemudian semuanya saya campurkan dan saya taruh disebuah kolam dan saya diamkan sampai “masak”... apakah cara saya bisa berhasil gan ?
4.Bila sudah berhasil, kan pakan nya kita ambil beberapa liter setiap hari gan, jadi semakin lama kan semakin berkurang, untuk menggantikan yang berkurang itu gimana gan agar kita tetap bisa kontinyu ?
Menambah KOHE ? atau menambah dedak ?
Sekali lagi terima kasih sekali ya gan untuk pencerahannya, sangat bermamfaat buat para peternak pemula seperti saya
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat agan Novry yang sudah berkunjung ke blog belajar budidaya ini,
HapusJawaban
1. Molase : ya betul fungsinya sama saja dengan gula yang dicairkan
2. dengan 3 bahan yang agan sebutkan memang sudah bisa berjalan karena dari kohe kambing saja semua kebutuhan yang ada di bahan lainnya sudah cukup sebenarnya, sangat cerdas agan menyikapinya he...he...
3. InsyaAlloh berhasil gan asal komposisi banyaknya sesuai, jangan terlalu berlebihan. (Patokannya : Bakteri yang kita campurkan harus bisa mengurai bahan lain yang dijadikan bahan seperti kohe, bila kurang pengurainya akan kurang bagus hasilnya, bila berlebih pun akan kurang bagus)
4. Cukup menambahkan dedak dan azzola (untuk menambah protein) kalau ada gan, agar air bisa tetap kontinyu dan bernutrisi bagus serta kaya akan plangton agan bikin 1 kolam lagi cukup dengan ukuran 1 m persegi atau dalam tong juga bisa, caranya kohe kambing masukin kedalam karung, lalu bolongin kecil2 tabur probiotik, Setiap 2 minggu sekali air dari rendaman kohe tersebut ditambahkan ke kolam utama sebagai penambah, bila sudah kosong lalu isi kembali dengan air bersih dan tabur lagi dengan probiotik terus menerus seperti itu jadi kita menambah airnya pada kolam kecil (pergantian kohe dalam karung cukup 3-4bulan sekali sedangkan menambah dedak dan azzola sesuaikan dengan kebutuhan)
usahakan menyimpan kolam atau tong kecil lebih tinggi dari kolam utama agar mudah mengalirkan airnya ga usah di siuk. trimakasih, bila kurang jelas mohon maaf, maklum bila dalam tulisan agak susah juga saya mengutarakannya tapi silahkan untuk terus bertanya agar menemukan solusinya.
terimakasih buat pencerahannya gan, nanti akan saya coba dulu, kalau belum dicoba, akan masih meraba-raba hehe...
Hapussekali lagi terima kasih buat info nya..
maju terus dunia peternakan indonesia...
yup sama2 gan, ingat jangan mengacu pada satu reperensi carilah reperensi lain agar lebih mantap, coba dan coba terus gan sampai berhasil.
HapusHari ini saya uda mulai gan, bahannya saya tambah gedebong pisang dan ampas kelapa sedikit..mari berdoa liat satu minggu lagi perkembangannya gimana hehe..
BalasHapusYang saya masi bingung : saya gak tau bentuk plankton itu seperti apa (apakah bisa diliat dengan mata telanjang ?)
1.Bila air siap digunakan / “masak”..selain indicator ada nyamuk yg hinggap, selain itu kondisi air gimana gan ? apakah seperti berlumpur-lumpur dan berwarna hitam gitu ? dan yang saya baca dari beberapa literature, ada istilah AERASI, apakah itu berarti bila sudah jadi, sewaktu memberikan ke lele, air nya harus kita saring dahulu ? ataukah langsung kita berikan saja ?
2.Indikator bahwa pemberian makannya berhasil gimana ? apakah sewaktu air nya kita siram, lele nya langsung datang dan mengerubuti seperti waktu kita kasih pellet ?
3.Rencana saya bila ini berhasil, seperti saran agan, saya akan buat satu lagi tempat khusus merendam KOHE dan fermentor, untuk supply air kaya plankton..sedang kolam utama, sebagai penambah biang nutrisi, akan saya beri terus2 an cacahan Eceng gondok, karena gampang di dapat di daerah saya..kira2 bener gak ya gan rencananya..
Terima kasih buat pencerahannya gan, sekali lagi mohon maaf, karena baru nyoba, jadi masi bener2 gak tau apa2 hehe..
Sekedar menambahkan, jika tidak ada jerami atau azolla. Bisa menggunakan sayuran layu/busuk. Analisa saya setelah 1 minggu planter masuk ke air, sudah mulai terlihat banyak berkembang plankton, jentik dst. Untuk fermentor saya menggunakan enzym silanace.
Hapusbos itu pakai kotoran sapi basah atu kering..makasih
BalasHapusFungsi gula atau tetes tebu di probiotik itu untuk apa ya ?
BalasHapusMohon dijawab
Terimakasih sebelumnya.
TKS gan, info ini sangat bermanfaat bagi kami pembudidaya ikan di Kabupaten Kapuas, Tp gimana klo hal tersebut kami terapkan ke ikan patin apa bisa atau ada formulasi khusus untuk ikan patin? mohon info selanjutnya!
BalasHapusapa ada cara membuat pakn organik untuk pakan lele lw ada g5na cara buat'y
BalasHapusmungkin intinya adalah : hewan yang timbul dan hidup sebagai akibat dari terurainya semua bahan !! sehingga yang menjadi pakan ikan adalah hewan hewan ini ! mungkin begitu ya pak ogas ???
BalasHapuskalau probiotik ikan nyarinya dimana gan?
BalasHapustq infox..... sangat bermanfaat.... nanti d coba mudah2an berhasil
BalasHapusGAN,BUTUH PENCERAHAN ....
BalasHapusMISAL KITA TEBAR BENIH 3000 EKOR DARI UKURAN 5-7. KITA KASIH PAKAN 2 MINGGU/3 MINGGU. DENGAN PAKAN PELET F999 SEBANYAK 2 X SEHARI SEMALAM.
NAH PERTANYAANNYA:
1. SETELAH 3 MINGGU CUKUPKAH HANYA PAKAN PELET 1 X SEHARI SEMALAM? DAN KITA INTENSITASKAN pakan Tambahan cair organik untuk ikan lele.
salam gan..........saya pernah coba tapi ikan kok ttp lapar gan.apa tdk kurang kbutuhan pakan dg 5-10ltr tiap 3hr sekali
BalasHapustrm kasih
salam gan..........saya pernah coba tapi ikan kok ttp lapar gan.apa tdk kurang kbutuhan pakan dg 5-10ltr tiap 3hr sekali
BalasHapustrm kasih
keluar magotnya nanti ndak itu??? klo keluar ada kesan jijik gitu..
BalasHapusklo ndak lebih keluar, malah bagus itu.
probiotik ikan itu belinya ada dimana?
BalasHapusprobiotik ikan itu belinya ada dimana?
BalasHapusagar menambah kandungan proein pada fermentasi memang sangat bagus di tambahkan Azolla,karena azolla kaya protein dan vitamin,sangat cocok untuk pertumbuhan ikan,bisa juga di berikan langsung sebagai pakan,kondisi keringnya azolla mengandung 24-30% protein.dan kita bs menanamnya sendiri di samping kolam,mudah di budi dayakan,sangat cepet brkembang biak,selain untuk ikan,azolla bisa untuk pakan unggas,ayam,bebek,kambing,sapi,kelinci,juga sebagai pupuk tanaman,.bagi anda yg berminat,kami menyediakkan benih azolla siap tanam,pemesanan silahkan hubungi kami di no HP 085264608009.
BalasHapusagar menambah kandungan proein pada fermentasi memang sangat bagus di tambahkan Azolla,karena azolla kaya protein dan vitamin,sangat cocok untuk pertumbuhan ikan,bisa juga di berikan langsung sebagai pakan,kondisi keringnya azolla mengandung 24-30% protein.dan kita bs menanamnya sendiri di samping kolam,mudah di budi dayakan,sangat cepet brkembang biak,selain untuk ikan,azolla bisa untuk pakan unggas,ayam,bebek,kambing,sapi,kelinci,juga sebagai pupuk tanaman,.bagi anda yg berminat,kami menyediakkan benih azolla siap tanam,pemesanan silahkan hubungi kami di no HP 085264608009.
BalasHapusmantappp
BalasHapusfaris
BalasHapuspak mau tanya kalo lele mati kembung kebanyakan pakan gmn cara mengatasinya sedangkan kalo tidak di beri pakan akan makan temannya sampai temannya luka2 dan mati sya tebar 2000 ukuran kola 3x5 dapat dua hari mati 30an saya pemula pak
faris
BalasHapuspak mau tanya kalo lele mati kembung kebanyakan pakan gmn cara mengatasinya sedangkan kalo tidak di beri pakan akan makan temannya sampai temannya luka2 dan mati sya tebar 2000 ukuran kola 3x5 dapat dua hari mati 30an saya pemula pak
beri pakan sesuai aturan gan, agan cukup memberikan 3% pakan dari bobot ikan, berikan pakan secara teratur waktunya, bisa 4X pagi, siang, sore, dan malam, atau cukup 3X saja Pagi, Sore dan malam, usahakan pada waktu malam diberi pakan agak banyak karena masa aktiv ikan lele pada malam hari. trimkasih sudah berkunjung
Hapuslink download bokep http://downloadbokep4u.blogspot.com/
BalasHapussaya sedang mencobanya, namun pada saat menyebarkannya di kolam dedaknya terapung sehingga menutupi seluruh permukaan kolam dan berwarna coklat. apakah ini normal? mohon pencerahannya...
BalasHapus